SATU
PADA abad ke 15, Kerajaan Demak
diperintah oleh Baginda Trenggono. Di bawah Trenggono maka Demak mencapai
puncak kejayaannya. Di masa itu pula adik perempuan Trenggono kawin dengan
Fatahillah.
Untuk meluaskan daerah perdagangan
serta kekuasaan Demak maka Trenggono merasa perlu untuk menduduki Banten. Maka
pada tahun 1527, di bawah pimpinan Fatahillah menyerbulah balatentara Demak.
Banten jatuh, pelabuhan Sunda Kelapa diduduki dan sebagai wakil Demak
memerintahlah Fatahillah di Banten. Sebenarnya kurang tepat kalau dikatakan
bahwa Fatahillah bertindak sebagai wakil Trenggono atau wakil kerajaan Demak
karena luas lingkup kekuasaan serta pengaruh Fatahillah tak ubahnya seperti
Raja. Disamping itu, terlepas dari Demak, Fatahillah membentuk balatentara
tersendiri. Nama Fatahillah menjadi besar dandihormati. Namun demikian
kesetiaannya terhadap kerajaan induk yaitu Demak tetap seperti sediakala.